Showing posts with label DIY. Show all posts
Showing posts with label DIY. Show all posts

Saturday, 26 December 2020

Kalender 2021 Gratis

2020 menjadi tahun yang benar-benar bizzare dari tahun-tahun sebelumnya, tentunya karena pandemi Covid19 mewabah. Bagi semua orang yang terdampak, Covid memang brengsek -- meskipun tidak lebih brengsek dari bajingan-bajingan yang bersenang-senang di atasnya, termasuk orang-orang yang tega korupsi dana sosial. Saya heran, diberi makan apa orang-orang ini, dibesarkan dengan cara bagaimana, dan diisi apa otak mereka kok bisa-bisanya tumbuh jadi manusia hina... Tapi sudahlah, saya tidak sedang berniat untuk nge-rant di sini, melainkan sebaliknya; bersyukur karena saya masih hidup, bersyukur karena kita semua masih sehat.


2020 memang benar-benar bizzare, di samping hal-hal kelam yang rasanya ingin dibuang saja dari ingatan, tidak sedikit pula hal-hal baik yang bisa diambil pelajaran. Saya bersyukur dengan adanya lockdown, saya jadi bisa lebih banyak berkumpul dengan keluarga karena kami semua WFH. Saya jadi punya lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi hal baru, seperti bermain bass, menulis lagu, menemukan pasar baru dalam menggambar, dan sebagainya. Banyak pencapaian-pencapaian tak terduga yang justru datang di tahun yang penuh dengan segala keanehannya ini, dan saya yakin kalian pun menemukannya. Untuk itu, saya ingin lebih bersyukur atas apa yang saya alami selama setahun belakangan.


Kebahagiaan akan lebih nikmat jika dibagikan dan dirasakan bersama. Tadinya saya bingung, bagaimana cara membagikan kabar baik pada kalian di saat kita semua berjauhan, sampai suatu ketika saya terpikir untuk membagikannya lewat karya yang mungkin akan sedikit berguna bagi kalian mengingat hari ini tanggal berapa dan besok mau apa. Dengan ini saya ingin menyampaikan kalau 2020 saya baik-baik saja dengan segala masalah yang ada, dan saya berharap serta yakin kalian juga... Semoga tahun depan akan jadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya...


DOWNLOAD KALENDER 2021




Berikut adalah preview Kalender 2021 yang bisa kalian download gratis dan cetak mandiri dengan meng-klick link "Download Kalender 2021" di atas.

Friday, 8 June 2018

Kabar Baik

Lebaran identik dengan kebersamaan dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terkasih. Nggak jarang, momen ini digunakan oleh sebagian dari kita untuk berbagi angpao THR untuk kerabat dan anak-anak. Berbagai desain amplop lucu bertebaran dan dijual bebas, sayangnya, sejauh yang kualami desainnya begitu-begitu saja dan tampak membosankan. Untuk anak-anak dan orang awam, mungkin hal ini tak begitu penting. Tapi untuk kita-kita yang memutuskan untuk terjun di industri kreatif, hal ini sama pentingnya dengan pandangan kritis terhadap daftar menu makanan yang tata visualnya tabrak lari. Heheu~

Sampai akhirnya tahun lalu salah satu temanku, Audianarayani merilis artwork seri amplop lebaran yang disebarkan secara cuma-cuma. Hal ini jadi menarik buatku -- bagaimana teman-teman artis merilis amplop-amplop lebaran versi mereka sendiri. Beberapa menjualnya sebagai merchandise, beberapa lainnya memilih untuk tetap membagikannya gratis, entah dengan alasan berbagi, bersenang-senang, atau apalah, bebas -- dan aku memilih opsi yang kedua.

Yap, di lebaran kali ini, aku mau berbagi sebuah desain amplop yang kukerjakan di sela-sela kesibukan kerja. Konsepnya sederhana --biasa juga karena banyak rekan-rekan artworker yang bermain dengan cara ini juga-- merupakan karya plesetan dari desain kemasan Kopi Kapal Api. Alasannya simpel, kopi ini yang sering kali kuminum sembari bekerja, jadi tiap hari lihatnya bungkus-bungkus  ini juga, haha.

Kabar Baik - Designed by Chanchanscraw, based on the original version owned by PT Kapal Api.
Not for commercial use.
Kabar Baik - Designed by Chanchanscraw, based on the original version owned by PT Kapal Api.
Not for commercial use.

Nah, buat kalian yang ingin menggunakannya, dapat didownload dengan gratis template-nya melalui link berikut ini:

Download Template Amplop Kabar Baik


Silahkan dicetak, dilipat-lipat, direkatkan dengan lem, dan digunakan untuk berbagi kebahagiaan :D Gunakan dengan bijak, ya! Tidak untuk diperjual-belikan. Panjang umur senang-senang~

Monday, 23 October 2017

Zine 'Kebun Tebu' #1

Satu lagi zine menarik yang bisa menambah koleksi bacaan kalian!


Sekilas tentang Kebun Tebu; merupakan sebuah zine feminis kolektif yang dieditori oleh salah seorang rekanku, Dessyrachms -seorang seniman muda asal Madiun yang telah menyelesaikan program pendidikan master keseniannya di kampus ISI Yogyakarta. Sebagaimana diungkapkan sang editor, "Saya dengan pertaruhan gelar saya, siap menyunting tulisan anda dalam layout dari ilustrasi yang terkumpul tanpa merapikan ejaan yang dibebaskan," zine ini berisi tulisan-tulisan dan ilustrasi  yang bebas dan alternatif dari setidaknya 13 orang kontributor yang kesemuanya adalah perempuan, jadi tentu saja kita bakal disuguhkan bahasan tentang perempuan dari sudut pandang perempuan itu sendiri, itu poinnya.

Kebun Tebu menghadirkan kajian-kajian tentang perempuan yang cenderung ditampilkan dengan kontradiksi-kontradiksi tertentu. Sebagaimana editor mengantar kontennya dengan kutipan, "Yang manis tapi belum dikemas putih gula. Yang Manis tanpa diaduk. Yang manis dan kokoh enggan dilarutkan, meski nantinya akan", zine ini berusaha menyuarakan kegelisahan perempuan (setidaknya dari sudut pandang para kontributornya) dengan lantang, namun tanpa meninggalkan kesan-kesan ‘kewanitaan’-nya. Ya, kita tahulah jika adat tak pernah menganggap ideologi perempuan adalah hal yang wajar diutarakan, apalagi dengan menggebu-gebu... Oh patriarki...

Bagi kalian yang menginginkan rilisan fisik dari zine ini, dapat langsung disapa editornya via instagram @dessyrachms, atau bisa langsung mengakses versi digitalnya pada link sebagai berikut:


Akhir kata, tetap berpikir dan melawan! Salam...

Wednesday, 18 October 2017

Sebelum Tidur Zine #Issue 1

Sebelum Tidur Zine Issue1

Seperti yang sudah kubilang sebelumnya bahwa aku berencana kembali menggratiskan zine-zine ku, maka terjadilah. "Sebelum Tidur" adalah zine yang kubikin sekitar 1 atau 2 tahun lalu aku kurang begitu ingat. Sebenarnya bukan cuma aku yang bikin sih, dalam zine ini aku cuma berperan sebagai editor dan distributor. Untuk isinya, kolektif. Sekilas tentang "Sebelum Tidur", zine ini berisi tulisan-tulisan ringan baik cerpen, prosa, maupun essay serta ikustrasi-ilustrasi lucu yang diharapkan bisa menjadi teman sebelum kamu-kamu tidur, sesuai namanya, emesh yha... Untuk issue 1-nya, kami berbicara tentang sebuah tema besar, "hujan". Alasannya? Karena aku suka saja... Issue kedua dari zine ini sedang dalam proses pengerjaan, akan segera kusebar seperti kuman ketika aku selesai mengerjakan semuanya. Ya, itu saja, namanya juga sekilas kan ya...

Sangat terbuka bagi kamu yang mau trade dengan zine lain, biar koleksi aku nambah juga heheu. Untuk kasus ini kamu bisa hubungi aku via email atau instagram yang alamatnya tertera di tab section blog ini. Kalau tidak ya kamu fotokopi sendiri saja aku pinjamkan master-nya, karena jujur aku tinggal menyimpan dua kopian dalam foto di atas ini saja, sudah habis dibagi-bagi tiap aku pergi. Atau kalau kamu tidak menghendaki fotokopi karena pemborosan penggunaan kertas masuk dalam area concern global warming, kamu bisa akses dan download versi digitalnya melalui link download berikut ini:


Sudah, sekiranya sekian saja postingan kali ini, salam...

Cara Membuat Wet Food Kucing DIY

Pernah ngalamin kucing kalian tiba-tiba menurun nafsu makannya? Mungkin bisa karena si kucing bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Itu pula yang dialami oleh kucing-kucingku. Tak jarang mereka mendadak berkurang nafsu makannya. Bagi seorang pecinta kucing, hal yang demikian pastilah jadi masalah, tentu saja aku termasuk di antaranya. Suatu hari, dari beberapa sumber yang kudapatkan, rasa bosan kucing terhadap makanannya juga bisa menjadi penyebab menurunnya nafsu makan. Oleh karenanya, kucoba mengganti pakannya dengan pakan basah. Benar saja, mereka lahap memakannya. Aku suka melihatnya. Tapi, kalau dipikir-pikir, harga pakan basah cukup tinggi juga jika dibandingkan dengan pakan kering berbentuk kibbles. Apalagi untukku yang seorang remaja miskin, bisa makin miskin aku kalau harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk keperluan pakan, di saat kebutuhan lain juga kian menghimpit tak kenal kasihan. 

Suatu hari, aku bertanya pada dokter hewan langganan kucing-kucingku tentang makanan organik apa yang bagus diberikan dan bisa didapat dengan harga yang lebih ekonomis. Si dokter pun memberi tahu, bahwa kita bisa mengombinasikan bahan-bahan pangan organik sebagai pakan selingan kucing. Akhirnya, panggilan jiwaku sebagai seorang pecinta kucing dan etos DIY yang selalu kugembar-gemborkan agar menjadi seorang punk yang kaffah membawaku untuk mencoba membuat sendiri menu makanan untuk kucing-kucingku. Berbekal resep yang disarankan si dokter, aku mulai belanja ke tukang sayur tradisional karena tak mau melanggengkan kapitalisme supermarket, halah prek! Pencitraan biar tampak kekirian!  Beberapa ibu menanyaiku dengan sedikit menyimpan keheranan, "Mau masak apa, mas?", "Emang bisa masak sendiri, mas?", dan lain sebagainya. Pikirku, biar saja lelaki berbelanja dan memasak, apa salahnya? Stereotipe gender memang sesuatu yang memuakkan dan mesti dilawan. Singkat cerita, aku berhasil membuat pakan kucing sendiri dan 'anak-anak'-ku suka!

Nah, di postingan kali ini (entah kenapa) aku ingin berbagi tips membuat makanan kucing sendiri, khususnya wet food berdasar apa yang pernah kubuat ini ya. Sebenarnya tips ini sudah banyak bertebaran di dunia maya, tapi apa salahnya, wong aku ingin sharing?!! Ya, sekali-sekali agar postingan di sini sedikit berguna bagi pengunjung normies lah ya...

Oke, pertama sediakan alat dan bahannya:


  1. Kompor, di sini aku pakai kompor punya si ibuk. Iya lah, wong aku tinggalnya juga sama ibuk.
  2. Panci dan apapun yang bisa dipakai untuk mengaduk. Tapi jangan sekop, kita sedang tidak akan mengaduk semen sebagai bahan bangunan.
  3. Wadah. Pakai apapun boleh, mau gelas, piring, baskom, akuarium, kolam renang, terserah.
  4. Tempe. Di sini aku beli sepotongnya Rp 1000,- dan memang aku cuma pakai sepotong.
  5. Ikan. Lebih baik ikan laut, karena aromanya lebih menyengat. Di sini aku pakai ikan pindang, biasanya dijual satu box isi dua, aku beli sih harganya cuma Rp 7000,-
  6. Bubuk agar-agar plain. Harganya sekitar 3-4000, murah kok! Ingat, yang plain ya!! Plain means tawar, nggak ada rasanya. Kita nggak lagi sedang bikin es buah.

Udah, itu aja sih kayaknya. Dari bahan yang dibeli, kira-kira kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 12.000, ya mentok mabelasribu lah. Murah sekali bukan?! Udah murah, DIY pula, wah rasanya aku sedang menantang kapitalisme korporat. Yo, fuck you!!!

Oke, selanjutnya cara membuat...



1. Rebus 4 gelas air. Setelah mendidih, masukan tempe dan ikan pindang yang telah disiapkan. Tunggu sekitar 15 menit sampai kira-kira matang.

2. Tiriskan tempe dan ikan pindang, pindahkan ke wadah lain. Airnya jangan dibuang, soalnya kaldu dari ikan ini lumayan menyengat baunya untuk merangsang nafsu makan kucing.

3. Tumbuk tempe dan ikan hingga lembut, lalu campurkan hingga jadi adonan. Bisa juga menggunakan blender kalau kamu malas dan memang ada blendernya, hehe.

4. Rebus kembali air kaldu yang sebelumnya disimpan, masukkan serbuk agar-agar, dan aduk rata!

5. Setelah mendidih, masukan adonan tempe dan ikan, aduk-aduk hingga rata.

6. Tuangkan adonan yang sudah merata ke dalam wadah, lalu tunggu hingga mengeras.

7. Jadi deh, kasih makan si kucing, sisanya bisa disimpan di kulkas.

Untuk pemberian selanjutnya, lebih baik dicampur dengan sedikit air panas, lalu dihancurkan agar aroma ikan lebih menyengat. Nah, kira-kira begitulah cara sederhana membuat sendiri wetfood untuk kucing kita. Dari bahan-bahan yang tadi kupaparkan, aku bisa membuat 3 kaleng (kaleng kemasan wetfood kucing 400gr) wetfood loh. Hemat banget kan?! Selain hemat juga sehat, karena tanpa pengawet dan pewarna, serta kita bisa memantau bahan apa saja dan cara membuatnya. Disamping itu, kita juga bisa menjadi pecinta kucing yang ngepang!!! Udah ah,.. Selamat mencoba!

Saturday, 7 October 2017

Reika Baggy Buggy Zine

Belakangan aku berpikir untuk kembali membagikan dan menyebarkan gratis zine-zine yang pernah kubuat seperti saat pertama kali bersenang-senang dengan media ini. Sejauh ini, ada setidaknya 5 judul zine yang pernah kubuat kalau aku tak salah ingat (link menyusul kalau sudah ada versi digitalnya), salah satu judul yang bisa kalian dapat adalah ini; "Reika Baggy Buggy Zine"!

Reika Baggy Buggy Zine #1 dan #2

Sekilas tentang "Reika Baggy Buggy Zine" ; adalah mini zine yang awalnya dinamai "Reika Strikes Again" dan dibagikan gratis sebagai ucapan terima kasih buat teman-teman yang membeli merch karyaku, ataupun dibagikan langsung saat teman-teman bertemu denganku, dengan catatan aku sedang membawa kopiannya pada saat itu. Pada awalnya, mini zine ini berisi kumpulan komikstrip dari @Amaliareika yang dicetak fotokopian dan dibagikan di beberapa event yang aku turut  menghadirinya, tapi ada sedikit perubahan di edisi keduanya; di mana selanjutnya ia memuat tulisan-tulisan cerita bikin senang, interview dengan kucing, music corner sembarangan, dan lain sebagainya yang dikerjakan suka-suka Reika. Intinya Reika ingin berbagi kebahagiaan dalam masing-masing 12-16 halaman.

Kalau kalian menginginkan, minta saja langsung ke aku! Kalau masih ada kopiannya ya ambil saja, kalau habis ya kopi sendiri aku pinjamkan masternya heheu, trade dengan zine punyamu juga bakal bikin aku semakin senang. Kalau tidak memungkinkan bagi kita bersua dan berkirim ria, bisa kamu download versi digitalnya melalui link yang tersedia di bawah ini , boleh kamu cetak, perbanyak, dan bagikan suka-suka ke teman-teman dengan riang gembira karena apalah arti copyright di skena alternative media, yang kalau kata Chris Atton (2002) lebih mengedepankan persebaran seluas-luasnya. Ah serius amat... 

Sudah ya, mari merayakan kebahagiaan :) Oh iya, ini link downloadnya: